ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sejalan dengan perkembangan ilmu  pengetahuan , pemikiran pemikiran pendidikan yang telah dimulai pada zaman Yunani kuno,dan dengan kontribusi berbagai bagian dunia lainnya akhirnya berkembang dengan pesat. Aliran aliran pendidikan pada umumnya mengemukakan satu gagasan atau pendapat secara umum mengenai pendidikan.
Pendidikan memiliki nuansa yang berbeda pada satu daerah dengan daerah lainnya.Sehingga banyak pemikiran yang bermunculan yang dianggap sebagai penyesuaian pada proses pendidikan sesuai kebutuhan yang diperlukan, yakni kemampuan memahami pengalaman masa lampau , yang di butuhkan pada saat ini dan apa yang harus di kembangkan untuk masa depan.
Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian aliran pendidikan ?
2.      Apa saja macam macam aliran pendidikan dan bagaimana pengaruh nya pada praktek pendidikan di Indonesia?
3.      Apa permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia?
Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian aliran pendidikan.
2.  Mengetahui macam macam aliran pendidikan dan pengaruh nya dalam praktek pendidikan di Indonesia.
3.      Mengetahui permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia.
       BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Aliran Pendidikan
Aliran pendidikan adalah pemikiran pemikiran yang membawa pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pemikiran tersebut berlangsung seperti suatu diskusi berkepanjangan, yakni pemikiran pemikiran terdahulu selalu ditanggapi dengan pro dan kontra oleh pemikir berikutnya, sehingga timbul pemikiran yang baru dan seterusnya.
B.     Macam Macam Aliran Pendidikan
1.    Aliran Klasik Dalam Pendidikan Dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan Di Indonesia
·         Empirisme
Aliran Empirisme merupakan aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung pada lingkungan,sedangkan pembawaan yang dibawanya dari semenjaak lahir tidak di pentingkan.
Pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari didapat dari dunia sekitarnya. Pengalaman pengalaman itu berupa stimulan stimulan dari alam bebas maupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.
Tokoh utama aliran ini adalah filsuf Inggris bernama John Lock yang mengembangkan paham Rasionalisme pada abad ke-18.
Aliran Empirisme dipandang sebagai aliran yang sangat optimis terhadap pendidikan. Disini jelas bahwa segala kecakapan dan pengetahuan anak anak muncul dan teroptimalkan di bentuk karena pengalaman yang diserap oleh indera mereka melalui pendidikan. Adapun kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan keberhasilan seseorang.
·           Nativisme
Paham ini menentang paham Empirisme yang di kemukakan John Lock. Natvis ( dari bahasa latin) memiliki arti terlahir.
Tokoh nya seorang filsuf Jerman Schopenhauer (1788-1860), dikatakan bahwa anak anak yang lahir kedunia sudah memiliki pembawa atau bakatnya yang akan berkembang menurut  arahnya masing masing. Berdasarkan aliran ini ,keberhasilan pendidikan anak di tentukan oleh anak itu sendiri.
Yang paling berpengaruh menurut aliran ini adalah pembawaan. Pendidikan tidak akan berdaya mempengaruhi perkembangan anak karena setiap anak telah memiliki pembawaannya sejak dilahirkan.
·           Naturalisme
Paham Naturalisme dipelopori oleh seorang  filsuf Perancis J.J Rousseaue yang muncu pada abad ke 18. Nature dalam bahasa latin memiliki makna  Alam. Berbeda dengan Schopenhaeuer, Rousseaue berpendapat setiap anak yang baru di lahirkan pada hakikatnya memiliki pembawaan baik. Namun pembawaan baik yang terdapat pada setiap anak itu akan berubah sebaliknya karena di pengaruhi  oleh lingkungan.  Lingkungan tersebut dapat berupa , lingkungan keluarga, lingkunga sekolah , atau lingkungan masyarakat di sekitar dimana anak tumbuh dan berkembang. Berdasarkan pendapatnya tersebut ,aliran ini disebut juga dengan Negativisme.  Dengan demikian, menurut Rousseaue agar seorang anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, anak tersebut harus diserahkan kepada alam. Kekuatan alamiah dari alam mengajarkan kebaikan yang secara spontan akan terserap oleh manusia sejak lahir dan bebas dari rekayasa orang dewasa. Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada karena hanya alamlah yang paling tepat menjadi guru.
·           Konvergensi
Konvergensi artinya titik pertemuan . Pelopor aliran konvergensi adalah William Stern (1871-1939), seorang ahli ilmu jiwa berkebangsaan Jerman. Ia mengatakan bahwa seseorang lahir dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. Ia pun mengakui bahwa proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting. Aliran ini menyatakan bahwa bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu. Sebaliknya lingkungan yang baik pun sulit mengembangkan potensi anak secara optimal apabila tidak terdapat bakat yang diperlukan bagi perkembangan yang diharapkan oleh anak tersebut. Dengan demikian, paham ini menggabungkan antara pembawaan sejak lahir dan lingkungan yang menyebabkan anak mendapatkan pengalaman.
Jadi tegasnya proses pendidikan adalah hasil kerjasama dari faktor faktor yang dibawa ketika lahir dengan lingkungan.
·           Aliran progresivisme
Tokoh aliran progresivisme adalah John Dewey. Aliran ini berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan , ataupun masalah masalah yang bersifat mengancam dirinya.
Aliran ini memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. Manusia memiliki sifat dinamis dan kreatif yang didukung oleh kecerdasannya sebagai bekal menghadapi dan memecahkan masalah. Peserta didik tidak hanya dipandang sebagai kesatuan jasmani dan rohani, namun juga termanifestasikan di dalam tingkah laku dan perbuatan yang berada dalam pengalaman nya. Peserta didik diberi kesempatan untuk bebas dari sebanyak mungkin mengambil bagian dalam kejadian kejadian yang berlangsung di sekitarnya, sehingga suasana belajar timbul di dalam maupun di luar sekolah.
·           Aliran Konstruktivisme
Gagasan pokok aliran ini diawali oleh Giambatista Vico, seorang epistemiolog Italia. Ia di pandang sebagai cikal bakal lahirnya konstruktivisme. Ia mengatakan bahwa Tuhan pencipta alam semesta dan manusia adalah ciptaan Tuhan. Tuhan yang maha mengetahui segala sesuatu karna Ia pencipta segala sesuatu itu.
Manusia hanya tahu sesuatu yang di konstruksikan Tuhan.  Aliran ini di kembangkan oleh Pigaet melalui teori perkembangan kognitif. Pigaet berpendapat bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh tiga proses dasar yaitu, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi. Asimilasi adalah perpaduan data baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki. Akomodasi adalah penyesuain struktur kognitif terhadap situasi baru, dan ekuilibrasi adalah penyesuaian kembali yang secara terus menerus dilakukan antara asimilasi dan akomodasi. Pengetahuan mutlak diperoleh melalui pengalaman yang diterima oleh panca indera, yaitu penglihatan , pendengaran, peraba, penciuman dan perasa. Dengan demikian aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang dilakukan dari seseorang kepada orang lain, dengan alasan pengetahuan bukan barang yang bisa dipindahkan , sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk transfer ilmu , perbuatan itu akan sia sia saja. Sebaliknya, kondisi ini akan berbeda jika pembelajaran ini ditunjukkan untuk menggali pengalaman.
2.        Aliran Modern Dalam Pendidikan Dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan Di Indonesia
·           Progresivisme
Progresivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan disekolah berpusat pada anak (child centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (teacher centered) atau bahan pelajaran ( subject centered).
§ Tujuan pendidikan dalam aliran ini adalah melatih anak agar kelak dapat bekerja dengan otak dan hati. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan harusnya merupakan pengembanagn sepenuhnya bakat dan minat setiap anak.
§ Kurikulum pendidikan Progresivisme adalah kurikulum yang  berisi pengalaman pengalaman atau kegiatan kegiatan belajar yang diminati oleh setiap peserta didik (experience curriculum).
§ Metode pendidikan Progresivisme antara lain :
§ Pendidikan berpusat pada anak.
a.         Metode belajar aktif.
b.         Metode memonitor kegiatan belajar.
c.         Metode penelitian ilmiah.
Pendidikan Progresivisme menganut prinsip pendidikan berpusat pada anak. Setiap anak mempunyai individualitas sendiri sendiri, anak mempunyai alur pemikiran sendiri, anak mempunyai keinginan sendiri,  mempunyai harapan harapan dan kecemasan sendiri yang berbeda dengan orang dewasa.
·           Esensialisme
Esensialisme modern dalam pendidikan adalah gerakan pendidikan yang memprotes gerakan progresivisme terhadap nilai nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut esensialisme nilai nilai yang tertanam dalam nilai budaya/sosial adalah nilai nilai kemanusiaan yang  terbentuk secara berangsur angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun dan didalamnya berakar gagasan gagasan dan cita cita yang telah teruji dalam perajalanan waktu.
Tujuan pendidikan dari aliran ini adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah terhimpun, yang telah bertahan sepanjang waktu dan dengan demikian berharga untuk diketahui oleh semua orang. Pengetahuan ini diikuti dengan keterampilan ,sikap sikap dan nilai yang tepat , membentuk unsur inti (esensial) dari sebuah pendidikan yang bertujuan untuk mencapai standar akademik yang tinggi.
Metode Pendidikan :
1)   Pendidikan berpusat pada guru (teacher centered).
2)   Peserta didik dipaksa untuk belajar.
3)   Latihan mental.
Kurikulum berpusat pada mata pelajaran yang mencakup mata pelajaran akademik yang pokok.
·           Rekonstruksionalisme
Rekonstruksionalisme memandang  pendidikan sebagai rekonstruksi pengalaman pengalaman yang berlangsung terus dalam hidup.
§  Tujuan pendidikan
Sekolah sekolah rekonstruksions berfungsi sebagai lembaga utama untuk melakukan perubahan sosial, ekonomi dan politik dalam masyarakat.
§  Kurikulum dalam pendidikan rekonstruksionalisme berisi mata pelajaran yang berorientasi pada kebutuhan kebutuhan masyarakat masa depan.
·           Perennialisme
Perennialisme merupakan gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai nilai universal itu ada, dan pendidikan hendaknya menjadi suatu pencarian dan penanaman kebenaran serta nilai nilai tersebut.  Menurut Perennialisme , ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi, karena dengan  ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif.
§  Tujuan pendidikan
Diharapkan anak didik mampu mengenal dan mengembangkan karya karya yang  menjadi landasan pengembangan disiplin mental.
§  Kurikulum berpusat pada mata pelajaran dan cenderung menitikberatkan pada sastra, matematika,bahasa dan sejarah.
·           Idealisme
Aliran idealisme suatu aliran ilmu filsafat yang mengagungkan jiwa. Menurut aliran idealisme, cita adalah gambaran asli yang semata mata bersifat rohani dan jiwa terletak diantara gambaran asli (cita) dengan bayangan dunia yang di tangkap oleh panca indera. Aliran ini memandang serta menganggap bahwa yang nyata hanyalah idea. Pola pendidikan yang diajarkan filsafat idealisme berpusat dari idealisme. Pengajaran tidak sepenuhnya berpusat dari anak, atau materi pelajaarn , juga bukan masyarakat, melainkan berpusat pada idealisme. Maka tujuan pendidikan menurut paham idealisme terbagi atas tiga hal, tujuan untuk individual , tujuan untuk masyarakat , dan campuran keduanya.
§  Tujuan pendidikan
Agar anak didik bisa menjadi kaya dan memiliki kehidupan yang bermakna , memiliki kepribadian yang harmonis dan penuh warna , hidup bahagia, mampu menahan berbagai tekanan hidup, dan pada akhirnya diharapkan mampu membantu individu lainnya untuk hidup lebih baik.
§  Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan yang beraliran idealisme harus lebih memfokuskan pada isi yang objektif.
C.                Permasalahan Pendidikan
Permasalahan pendidikan ialah perbedaan program program pendidikan antara yang diharapakan dengan kenyataan yang terlaksanakan dilapangan. Seperti diketahui program utama pengembangan pendidikan ditanah air kita adalah :
a.       Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan.
b.      Peningkatan pendidikan.
c.       Peningkatan relevansi pendidikan.
d.      Peningkatan efisiensi dan efektivitas pendidikan.
e.       Pengembangan kebudayaan.
f.       Pembinaan generasi muda.
(TAP MPR RI No II/1993)
Semakin besar/lebar perbedaan yang dicita citakan dengan yang ternyata ditemui di lapangan, semakin besar/rumit/komplek permasalahan tersebut.
A.      Masalah Pokok Pendidikan
1.    Masalah pemerataan pendidikan.
2.    Masalah mutu pendidikan.
3.    Permasalahan efisiensi dan efektivitas pendidikan.
4.    Masalah relevansi pendidikan.
5.    Saling kait antar masalah.
B.       Faktor Yang Mempengaruhi Berkembangnya Permasalahan Pendidikan
Faktor utama yang mempengaruhi adalah :
1.   IPTEK
2.   Laju pertumbuhan penduduk.
3.   Aspirasi masyarakat.
4.   Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.
C.      Penanggulangan Permasalahan Pendidikan
1.         Pendidikan harus senantiasa diperbaharui (direnovasi) sesuai dengan perkembangan yang terjadi diluar bidang pendidikan itu sendiri.
2.         Pendidikan (bersama bidang terkait) berusaha menahan laju pertumbuhan penduduk atau pendidikan harus mencari system baru yang dapat melayani semua orang yang memerlukan pendidikan.
3.         Aspirasi masyarakat terhadap pednidikan didukung dan didorong terus agar lebih meningkat lagi.
4.         Sistem pendidikan meningkatkan peran/fungsinya sebagai pengembangan kebudayaan diseluruh plosok tanah air.
BAB III
PENUTUP
A.                Kesimpulan
Ø  Aliran pendidikan adalah pemikiran pemikiran yang membawa pembaharuan dalam dunia pendidikan.
Ø  Macam macam aliran pendidikan :
1.         Aliran Klasik
§  Aliran Empirisme
Aliran Empirisme merupakan aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung pada lingkungan,sedangkan pembawaan yang dibawanya dari semenjak lahir tidak di pentingkan. Aliran Empirisme dipandang sebagai aliran yang sangat optimis terhadap pendidikan. Disini jelas bahwa segala kecakapan dan pengetahuan anak anak muncul dan teroptimalkan di bentuk karena pengalaman yang diserap oleh indera mereka melalui pendidikan. Adapun kemampuan dasar yang di bawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan keberhasilan seseorang.
§  Aliran Nativisme
Berdasarkan aliran ini , keberhasilan pendidikan anak di tentukan oleh anak itu sendiri. Yang paling berpengaruh menurut aliran ini adalah pembawaan. Pendidikan tidak akan berdaya mempengaruhi perkembangan anak karena setiap anak telah memiliki pembawaannya sejak dilahirkan.
§  Aliran Naturalisme
Agar seorang anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, anak tersebut harus diserahkan kepada alam. Kekuatan alamiah dari alam mengajarkan kebaikan yang secara spontan akan terserap oleh manusia sejak lahir dan bebas dari rekayasa orang dewasa. Dengan kata lain sekolah tidak perlu ada karena hanya alamlah yang paling tepat menjadi guru.
§  Aliran Konvergensi
Aliran ini menyatakan bahwa bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya lingkungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu. Sebaliknya lingkungan yang baik pun sulit mengembangkan potensi anak secara optimal apabila tidak terdapat bakat yang diperlukan bagi perkembangan yang diharapkan oleh anak tersebut. Jadi tegasnya proses pendidikan adalah hasil kerjasama dari faktor faktor yang dibawa ketika lahir dengan lingkungan.
§  Aliran Progresivisme
Aliran ini memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. Peserta didik diberi kesempatan untuk bebas dari sebanyak mungkin mengambil bagian dalam kejadian kejadian yang berlangsung di sekitarnya, sehingga suasana belajar timbul di dalam maupun di luar sekolah.
§  Aliran Konstruktivisme
Tuhan pencipta alam semesta dan manusia adalah ciptaan Tuhan. Tuhan yang maha mengetahui segala sesuatu karna Ia pencipta segala sesuatu itu.
Manusia hanya tahu sesuatu yang di konstruksikan Tuhan.  Dengan demikian aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan yang dilakukan dari seseorang kepada orang lain, dengan alasan pengetahuan bukan barang yang bisa dipindahkan , sehingga jika pembelajaran ditujukan untuk transfer ilmu , perbuatan itu akan sia sia saja. Sebaliknya, kondisi ini akan berbeda jika pembelajaran ini ditunjukkn untuk menggali pengalaman.
2.        Aliran Modern
§  Progresivisme
Pendidikan Progresivisme menganut prinsip pendidikan berpusat pada anak.
§  Esensialisme
Menurut esensialisme nilai nilai yang tertanam dalam nilai budaya/sosial adalah nilai nilai kemanusiaan yang  terbentuk secara berangsur angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun dan didalamnya berakar gagasan gagasan dan cita cita yang telah teruji dalam perajalanan waktu.
§  Rekonstruksionalisme
Rekonstruksionalisme memandang  pendidikan sebagai rekonstruksi pengalaman pengalaman yang berlangsung terus dalam hidup. Berisi mata pelajaran yang berorientasi kedepan.
§  Perennialisme
Perennialisme merupakan gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai nilai universal itu ada, dan pendidikan hendaknya menjadi suatu pencarian dan penanaman kebenaran serta nilai nilai tersebut. Diharapkan anak didik mampu mengenal dan mengembangkan karya karya yang  menjadi landasan pengembangan disiplin mental.
§  Idealisme
Pengajaran tidak sepenuhnya berpusat dari anak, atau materi pelajaran , juga bukan masyarakat, melainkan berpusat pada idealisme. Aliran ini memandang serta menganggap bahwa yang nyata hanyalah idea.
Permasalahan pendidikan ialah perbedaan program program pendidikan antara yang diharapakan dengan kenyataan yang terlaksanakan dilapangan. Permasalahan pendidikan dapat berkembang dengan dipengaruhi dari beberapa faktor. Dan terdapat pula penanggulangan dari beberapa faktor penyebab permasalahan tesebut.

DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Pendidikan oleh Drs. Lilik Wahyu Utomo, M.Pd
Pengantar Pendidikan , Redja Mudyaharjo.







Komentar